Kapolda Sumsel Sambut Kedatangan Kapolri di Bandara SMB II Palembang, Lanjut Menuju Penanaman Jagung Serentak di Ogan Ilir
Palembang – Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho bersama jajaran Forkopimda Sumsel menyambut kedatangan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di VVIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Penyambutan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapolri di Sumatera Selatan yang dilanjutkan dengan kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I di Kabupaten Ogan Ilir.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumsel didampingi sejumlah pejabat Forkopimda, di antaranya Gubernur Sumsel Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Ujang Darwis, serta Wakapolda Sumsel Rony Samtana.
Turut hadir pula sejumlah pejabat utama Mabes Polri seperti Kabaintelkam Polri Yuda Gustawan, Dankorbrimob Polri Ramdani Hidayat, As SDM Kapolri Anwar, dan Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir.
Usai prosesi penyambutan, Kapolri bersama rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Ogan Ilir menggunakan helikopter.
Kehadiran Kapolri dalam kegiatan tersebut untuk menghadiri dan meninjau langsung program penanaman jagung serentak kuartal I sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :
Kapolda Sumsel Sambut Kedatangan Kapolri di Bandara SMB II Palembang, Lanjut Menuju Penanaman Jagung Serentak di Ogan Ilir
Palembang – Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho bersama jajaran Forkopimda Sumsel menyambut kedatangan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di VVIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Penyambutan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapolri di Sumatera Selatan yang dilanjutkan dengan kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I di Kabupaten Ogan Ilir.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumsel didampingi sejumlah pejabat Forkopimda, di antaranya Gubernur Sumsel Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Ujang Darwis, serta Wakapolda Sumsel Rony Samtana.
Turut hadir pula sejumlah pejabat utama Mabes Polri seperti Kabaintelkam Polri Yuda Gustawan, Dankorbrimob Polri Ramdani Hidayat, As SDM Kapolri Anwar, dan Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir.
Usai prosesi penyambutan, Kapolri bersama rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Ogan Ilir menggunakan helikopter.
Kehadiran Kapolri dalam kegiatan tersebut untuk menghadiri dan meninjau langsung program penanaman jagung serentak kuartal I sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :
Kapolda Sumsel Sambut Kedatangan Kapolri di Bandara SMB II Palembang, Lanjut Menuju Penanaman Jagung Serentak di Ogan Ilir
Palembang – Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho bersama jajaran Forkopimda Sumsel menyambut kedatangan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di VVIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Penyambutan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapolri di Sumatera Selatan yang dilanjutkan dengan kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I di Kabupaten Ogan Ilir.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumsel didampingi sejumlah pejabat Forkopimda, di antaranya Gubernur Sumsel Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Ujang Darwis, serta Wakapolda Sumsel Rony Samtana.
Turut hadir pula sejumlah pejabat utama Mabes Polri seperti Kabaintelkam Polri Yuda Gustawan, Dankorbrimob Polri Ramdani Hidayat, As SDM Kapolri Anwar, dan Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir.
Usai prosesi penyambutan, Kapolri bersama rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Ogan Ilir menggunakan helikopter.
Kehadiran Kapolri dalam kegiatan tersebut untuk menghadiri dan meninjau langsung program penanaman jagung serentak kuartal I sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :
Kapolda Sumsel Sambut Kedatangan Kapolri di Bandara SMB II Palembang, Lanjut Menuju Penanaman Jagung Serentak di Ogan Ilir
Palembang – Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho bersama jajaran Forkopimda Sumsel menyambut kedatangan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di VVIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Penyambutan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapolri di Sumatera Selatan yang dilanjutkan dengan kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I di Kabupaten Ogan Ilir.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumsel didampingi sejumlah pejabat Forkopimda, di antaranya Gubernur Sumsel Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Ujang Darwis, serta Wakapolda Sumsel Rony Samtana.
Turut hadir pula sejumlah pejabat utama Mabes Polri seperti Kabaintelkam Polri Yuda Gustawan, Dankorbrimob Polri Ramdani Hidayat, As SDM Kapolri Anwar, dan Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir.
Usai prosesi penyambutan, Kapolri bersama rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Ogan Ilir menggunakan helikopter.
Kehadiran Kapolri dalam kegiatan tersebut untuk menghadiri dan meninjau langsung program penanaman jagung serentak kuartal I sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :
Kapolri Tinjau Command Center Polda Sumsel dan Saksikan Paparan Peta Digital Kamtibmas
Palembang – Kapolri melaksanakan kunjungan kerja ke Polda Sumatera Selatan dalam rangka Safari Ramadhan, Sabtu (07/03/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolri didampingi Kapolda Sumsel serta sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri meninjau langsung fasilitas Command Center Polda Sumsel.
Pada kesempatan itu, Kapolri menyaksikan paparan terkait Peta Digital Kamtibmas yang digunakan sebagai sarana pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.
Sistem tersebut menampilkan berbagai informasi strategis yang dapat membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.
Selain itu, Kapolri juga menerima penjelasan mengenai Sistem Pemantauan dan Pengendalian (SPPG) yang terintegrasi dengan Command Center Polda Sumsel.
Sistem ini menjadi salah satu upaya modernisasi Polri dalam meningkatkan efektivitas pengawasan serta pengendalian situasi kamtibmas di lapangan.
Kegiatan peninjauan tersebut berlangsung dalam suasana Safari Ramadhan yang penuh keakraban. Diharapkan melalui kunjungan ini dapat semakin memperkuat sinergi serta meningkatkan kesiapan Polda Sumsel dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Sumatera Selatan.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :
Kapolri Safari Ramadan di Sumsel: Santuni Yatim-Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. memimpin kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Markas Polda Sumatera Selatan, Sabtu (7/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menegaskan pentingnya persatuan nasional sebagai kekuatan utama Indonesia menghadapi dinamika geopolitik global.
Kunjungan Kapolri ke Palembang menjadi bagian dari agenda konsolidasi nasional untuk memperkuat stabilitas keamanan, mempererat sinergi antar-lembaga, serta menjaga soliditas masyarakat di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Kapolri didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., sejak tiba di halaman Mapolda Sumsel hingga rangkaian kegiatan yang berlangsung di Masjid Assa’adah Polda Sumsel mulai pukul 17.00 WIB.
Dalam sambutannya, Kapolri menyoroti perkembangan situasi global yang saat ini memengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan di berbagai negara.
Menurutnya, konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi berdampak pada stabilitas energi, jalur perdagangan internasional, hingga kondisi ekonomi masyarakat di berbagai negara.
Kapolri menegaskan bahwa Indonesia hanya dapat menghadapi dinamika tersebut jika seluruh elemen bangsa tetap menjaga persatuan.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :
Kultum Menjelang Berbuka Puasa Di Masjid Mapolresta Banyuwangi
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. didampingi Pejabat Utama (PJU) Polresta Banyuwangi dan Pengurus Cabang Bhayangkari Banyuwangi mengikuti kegiatan Kultum menjelang berbuka puasa pada hari Kamis, 5 Maret 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Mapolresta Banyuwangi ini merupakan bagian dari program pembinaan rohani dan mental personel selama bulan suci Ramadhan 1447 H. Selain untuk mempertebal keimanan dan ketaqwaan, momentum ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta semangat kekeluargaan di lingkungan internal Polri dan Bhayangkari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Polresta Banyuwangi dapat menjalankan amanah pelayanan masyarakat dengan penuh integritas dan keikhlasan, sejalan dengan prinsip Polri yang Presisi.
Kegiatan Ngerandu Buko Kapolresta Banyuwangi Bersama Personel
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. memimpin langsung kegiatan Ngerandu Buko yang dilaksanakan bersama personel Polresta Banyuwangi pada hari Rabu, 4 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan bentuk adaptasi dari agenda rutin Coffee Morning yang disesuaikan dengan suasana Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Melalui forum dialogis yang inklusif ini, Kapolresta Banyuwangi memberikan arahan strategis terkait pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sekaligus mempererat tali silaturahmi di lingkungan internal Polresta Banyuwangi.
Momentum Ngerandu Buko ini juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi kinerja kolektif serta penguatan moril personel dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat selama bulan puasa. Dengan semangat kebersamaan, Polresta Banyuwangi berkomitmen untuk terus mewujudkan situasi yang aman dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat di Bumi Blambangan.
Persiapan Pengamanan unjuk rasa, Kapolda Metro Jaya beri arahan penting kepada anggota
Sejumlah anggota Pelopor Korps Brimob mengikuti apel yang dipimpin oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/2/2026). ANTARA/Ilham Kausar.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memberikan arahan penting kepada anggota kepolisian saat mengikuti apel pasukan terkait unjuk rasa yang rencananya digelar di Mabes Polri pada Jumat.
“Ada sebanyak 18 direktif (pengarahan penting), yang tentunya harus dipedomani oleh rekan-rekan semuanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pelayanan unjuk rasa yang dilaksanakan oleh adik-adik kita atau saudara-saudara kita,” kata Asep saat memimpin apel tersebut di Lapangan Mabes Polri, Jakarta, Jumat.
Pertama, pengamanan dan pelayanan unjuk rasa wajib berjalan aman, tertib, dan terkendali serta tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum.
Kedua, personel yang bertugas, diminta jangan mudah terpancing emosi, kendalikan diri. Laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur.
Ketiga, personel intelijen wajib mempelajari secara detail titik kumpul massa, fasilitas umum yang digunakan, serta kendaraan yang dipakai.
“Saya minta dokumentasikan seluruh narasi di lapangan, baik gerakan maupun tulisan, dan laporkan segera kepada pimpinan melalui jalur komando, deteksi dan dokumentasi adalah kunci pencegahan,” tutur Asep.
Keempat, untuk personel reserse, apabila menemukan peserta membawa alat berbahaya, amankan sedini mungkin, jangan bergerak sendiri-sendiri, bergeraklah dalam tim, dalam ikatan satuan, dan jangan sampai terlepas dari kelompoknya.
“Kelima, untuk pasukan Samapta dan Dalmas, ikuti setiap instruksi pimpinan. Jangan mudah terprovokasi, jaga barisan, jaga formasi dan pastikan tindakan formasi dan tetap tertib dan tetap terukur,” papar Asep.
Keenam, apabila dalam perkembangan dinamika situasi di lapangan terpaksa dilakukan pendorongan massa, tetap kita laksanakan sesuai prosedur.
Ketujuh, anggota Polri yang berada di dalam gedung Mabes Polri tidak keluar area, disiplin perimeter dan disiplin perbatasan adalah bagian dari pengamanan objek dan keselamatan personel.
Kedelapan, pemeriksaan kelengkapan alat, terutama alat khusus (alsus) pada saat apel harus diketatkan.
Kesembilan, seluruh personel wajib memedomani ketentuan peraturan internal Polri yang berlaku, termasuk pedoman penggunaan kekuatan, pengendalian massa, dan pengendalian huru-hara.
Kesepuluh, semua tindakan di lapangan harus satu komando. Tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi. Para Perwira Pengendali (Padal) sampai Perwira Menengah (Pamen) wajib memastikan rantai komando berjalan.
Kesebelas, anggota yang berhadapan dengan massa, jangan bersikap arogan, jangan bersikap agresif.
Keduabelas, tidak boleh ada lagi pasukan yang terjebak dalam tempat ataupun killing zone.
“Ketigabelas, pergerakan pasukan, penanggulangan huru-hara, dan penggunaan gas air mata hanya boleh atas perintah saya,” ungkap Asep.
Keempatbelas, para perwira pengendali wajib mengedepankan tindakan persuasif.
Kelimabelas, setiap perkembangan dinamika situasi lapangan wajib dilaporkan pada kesempatan pertama. Jangan menunggu situasi membesar. Laporkan cepat, laporkan jelas, laporkan secara faktual.
Keenambelas, pegang teguh prinsip Jaga Jakarta, khususnya perlindungan terhadap warga masyarakat. Keselamatan warga adalah prioritas utama.
Ketujuhbelas, tunjukkan profesionalisme, jaga marwah institusi, buktikan bahwa Polri mampu mengelola aksi unjuk rasa dengan sebaik-baiknya.
“Kedelapanbelas, terakhir, ingat, kita satu komando, satu tujuan, demi keamanan masyarakat. Tidak ada ego sektoral, tidak ada tindakan di luar garis komando. Yang ada hanya tanggung jawab kita sebagai Bhayangkara,” tegas Asep.
Persiapan Pengamanan unjuk rasa, Kapolda Metro Jaya beri arahan penting kepada anggota
Sejumlah anggota Pelopor Korps Brimob mengikuti apel yang dipimpin oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/2/2026). ANTARA/Ilham Kausar.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memberikan arahan penting kepada anggota kepolisian saat mengikuti apel pasukan terkait unjuk rasa yang rencananya digelar di Mabes Polri pada Jumat.
“Ada sebanyak 18 direktif (pengarahan penting), yang tentunya harus dipedomani oleh rekan-rekan semuanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pelayanan unjuk rasa yang dilaksanakan oleh adik-adik kita atau saudara-saudara kita,” kata Asep saat memimpin apel tersebut di Lapangan Mabes Polri, Jakarta, Jumat.
Pertama, pengamanan dan pelayanan unjuk rasa wajib berjalan aman, tertib, dan terkendali serta tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum.
Kedua, personel yang bertugas, diminta jangan mudah terpancing emosi, kendalikan diri. Laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur.
Ketiga, personel intelijen wajib mempelajari secara detail titik kumpul massa, fasilitas umum yang digunakan, serta kendaraan yang dipakai.
“Saya minta dokumentasikan seluruh narasi di lapangan, baik gerakan maupun tulisan, dan laporkan segera kepada pimpinan melalui jalur komando, deteksi dan dokumentasi adalah kunci pencegahan,” tutur Asep.
Keempat, untuk personel reserse, apabila menemukan peserta membawa alat berbahaya, amankan sedini mungkin, jangan bergerak sendiri-sendiri, bergeraklah dalam tim, dalam ikatan satuan, dan jangan sampai terlepas dari kelompoknya.
“Kelima, untuk pasukan Samapta dan Dalmas, ikuti setiap instruksi pimpinan. Jangan mudah terprovokasi, jaga barisan, jaga formasi dan pastikan tindakan formasi dan tetap tertib dan tetap terukur,” papar Asep.
Keenam, apabila dalam perkembangan dinamika situasi di lapangan terpaksa dilakukan pendorongan massa, tetap kita laksanakan sesuai prosedur.
Ketujuh, anggota Polri yang berada di dalam gedung Mabes Polri tidak keluar area, disiplin perimeter dan disiplin perbatasan adalah bagian dari pengamanan objek dan keselamatan personel.
Kedelapan, pemeriksaan kelengkapan alat, terutama alat khusus (alsus) pada saat apel harus diketatkan.
Kesembilan, seluruh personel wajib memedomani ketentuan peraturan internal Polri yang berlaku, termasuk pedoman penggunaan kekuatan, pengendalian massa, dan pengendalian huru-hara.
Kesepuluh, semua tindakan di lapangan harus satu komando. Tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi. Para Perwira Pengendali (Padal) sampai Perwira Menengah (Pamen) wajib memastikan rantai komando berjalan.
Kesebelas, anggota yang berhadapan dengan massa, jangan bersikap arogan, jangan bersikap agresif.
Keduabelas, tidak boleh ada lagi pasukan yang terjebak dalam tempat ataupun killing zone.
“Ketigabelas, pergerakan pasukan, penanggulangan huru-hara, dan penggunaan gas air mata hanya boleh atas perintah saya,” ungkap Asep.
Keempatbelas, para perwira pengendali wajib mengedepankan tindakan persuasif.
Kelimabelas, setiap perkembangan dinamika situasi lapangan wajib dilaporkan pada kesempatan pertama. Jangan menunggu situasi membesar. Laporkan cepat, laporkan jelas, laporkan secara faktual.
Keenambelas, pegang teguh prinsip Jaga Jakarta, khususnya perlindungan terhadap warga masyarakat. Keselamatan warga adalah prioritas utama.
Ketujuhbelas, tunjukkan profesionalisme, jaga marwah institusi, buktikan bahwa Polri mampu mengelola aksi unjuk rasa dengan sebaik-baiknya.
“Kedelapanbelas, terakhir, ingat, kita satu komando, satu tujuan, demi keamanan masyarakat. Tidak ada ego sektoral, tidak ada tindakan di luar garis komando. Yang ada hanya tanggung jawab kita sebagai Bhayangkara,” tegas Asep.